News Update :

Humor Mukidi : Menpora

Penulis : GOJEK #GolekRejeki on Wednesday, 24 August 2016 | 19:41

Wednesday, 24 August 2016

MENPORA



Jelang pengisian Men ESDM kali ini, Mukidi (40) ogah terlalu berharap. Pasalnya, Mukidi kapok bin trauma dg pengalaman reshufle kabinet jilid II yg lalu.

Mukidi tinggalkan Munah (35) isteri dan kedua anaknya. Selama satu minggu, Mukidi stand by siang-malam di sekitar istana agar bisa cepat/sgr menghadap Presiden, jika sewaktu-waktu dipanggil untuk diangkat menjadi menteri.

Ternyata, Mukidi tdk ikut dipanggil. Mukidi pun bergegas sgr pulang karena amat kangen dengan keluarga apalagi dengan isterinya yang selama ini ditinggalkan.

Munah : bagmana mas, dpt jatah Menteri apa?
Mukidi : Menpora (Mukidi yg kecapekan menjawab sekenanya)

Spontan Munah Sujud Syukur. Bangga dan senang krn selama ini hanya dipanggil Bu Muk, akan segera dipanggil Bu Menteri. Melihat isterinya sujud syukur, Mukidi heran sekaligus jengkel krn Munah dianggap tdk nyambung

Mukidi :Munah sayang ... kenapa kamu kegirangan dan sujud syukur?
Munah : Lho ... kan mas Mukidi emnjadi Menpora ...
Mukidi : astaghfirullah ... Munah, Munah ... Saya ini kangen kamu, lalu saya tanya kamu : men po ra ...?

 
comments | | Read More...

Humor Mukidi : Lelaki Tajir

Lelaki Tajir

 

Mukidi sedang bermain golf di Pondok Indah Golf ketika tiba-tiba hp di sampingnya berbunyi. Diambilnya hp tersebut dan dia aktifkan speakernya sambik menjawab. Percakapannya:


Mukidi  "Halo ?"
Suara Wanita: "Papi, ini Mami. Papi lagi di Pondok Indah golf ya?"
Mukidi: "Iya"
Suara Wanita: "Baguslah, Mami lagi di Mall Gandaria City. Eh, barusan Mami lihat ada tas kulit impor, keren banget lho Pi. Boleh gak Mami beli?"
Mukidi: "Berapa duit ?"
Suara Wanita: "Murah Pi, cuman 50 juta-an. Ini udah diskon 30% lho"
Mukidi: "Hmm, ya udah kalau Mami suka, beli aja"
Suara Wanita: "Pi sebelumnya Mami kan sempet mampir ke dealer BMW & kepincut model terbaru-nya. Itu lho Pi yg pernah Mami tunjukin brosurnya ke Papi. Cepet juga ya udah masuk kesini. Kan Mami ngobrol ama salesnya. Eh, terus Mami masa dikasih harga spesial... Ya mungkin karena Mami cerita tuh kalau Papi nggak pernah mau naik mobil selain BMW. Lagian kan Ferari Mami udah pasaran Pi.. Udah banyak yg punya"

Mukidi: "Emang tuh sales kasih harga berapa ?"
Suara Wanita: "4 M"
Mukidi: "Ok, tapi dengan harga segitu Papi maunya udah komplit ya dgn semua asesorisnya, udah dulu ya"
Suara Wanita: "Siiip ! Sebenarnya masih ada lagi sih..."
Mukidi: "Apa ?"
Suara Wanita: "Yg ini mungkin agak berlebihan. Kan pagi tadi Mami tuh nggak sengaja lihat rekening bank Papi. Terus Mami tuh jalan ke rumah yg pernah kita lihat
tahun lalu itu lho. Inget ga? Eh ternyata dijual lho! Mami sempat lihat-lihat ke dalamnya, wuih keren banget di Pondok Indah. Udah gitu lengkap banget dengan Interiornya
Mukidi: "Buka harga berapa ?"
Suara Wanita: "Kayaknya mereka lagi kepepet Pi, masak cuman minta 10 M, tp yg penting rekening Papi masih bisa kok"
Mukidi: "Ya udah ambil, tapi coba deh tawar dulu siapa tahu 9,5 M dikasih"
Suara Wanita: "Ok, Honey...Sweety Thank U. Cepat pulang ya Pi ! Love you !"
Mukidi: "Bye...Love U too !"

Mukidi lalu menuutup HP sambil bereskan barang2 nya. Sementara itu, semua orang disana tahan napas, Wow... Memandang dengan terkagum-kagum dan takjub
Tanpa diduga mukidi mengangkat HP tersebut tinggi2 sambil ngomong: "Sorry, ada yg tahu nggak ini HP siapaaaa ya..???"

comments | | Read More...

Humor Mukidi : Peternak Kambing

Penulis : GOJEK #GolekRejeki on Tuesday, 23 August 2016 | 17:24

Tuesday, 23 August 2016

Peternak Kambing



Mukidi
Pak Mukidi adalah salah satu juragan kambing paling sukses di kampungnya. Dia memiliki 300 kambing lebih di peternakan miliknya. Suatu hari, datanglah seorang petugas peternakan yang mampir ke tempatnya untuk mengecek kelayakan hidup hewan-hewan di peternakan pak Mukidi. 

Mengetahui hal tersebut, Pak Mukidi pun mengajak petugas tersebut mengelilingi peternakannya.
Petugas Peternakan: “Bagaimana kondisi kandangnya?”
Pak Mukidi: “Setiap hari pegawai saya membersihkan kotoran-kotoran di kandang sampai bersih, Pak.” (dengan percaya diri).

Petugas Peternakan: “Kalau begitu bagaimana makanannya?”
Pak Mukidi: “Saya kasih makan rumput saja pak, sehari dua kali.”
Petugas Peternakan: “Kalau begitu Anda kami denda karena tidak memberikan makanan yang layak kepada hewan ternak!”
Pak Mukidi yang kaget mau tidak mau harus membayar dendanya. 

Tiga bulan kemudian petugas itu datang lagi untuk kembali mengecek kondisi peternakan Pak Mukidi.
Petugas Peternakan: “Hewan-hewan ini makannya apa, Pak? Apa masih sama seperti yang kemarin?”
Pak Mukidi: (Karena tidak mau lagi terkena denda) “Tenang, Pak! Sekarang mereka saya kasih susu, keju dan roti.”
Tapi ternyata si petugas masih saja mendendanya dengan alasan memberikan makanan tidak sehat untuk hewan ternak. Tentu saja hal ini membuat si juragan kambing kesal. 

Saat hari pengecekan selanjutnya datang, Pak Mukidi sudah menyiapkan jawaban yang pasti agar tidak lagi terkena denda.
Petugas Peternakan: “Bagaimana dengan makanan kambing-kambing ini pak?”
Pak Mukidi: “Gak tau, Pak! Setiap hari kambing-kambing ini saya kasih uang Rp. 15.000 terserah mereka mau makan apa!”
comments | | Read More...

Humor Mukidi : Mukidi dan Bola Pingpong

Mukidi dan Bola Pingpong



Di kelas 1 SD, Mukidi mendapat rangking 1. Sang ayah menawarkan untuk membelikan tas baru sebagai hadiah, tapi Mukidi meminta bola pingpong. Sampai kelas 6 SD, Mukidi selalu rangking 1. Sang ayah selalu menawarkan hadiah menarik seperti sepeda, laptop dsb, tapi Mukidi selalu menolak hadiah itu dan meminta bola pingpong.
"Untuk apa kau meminta bola pingpong?, tanya ayah.
"suatu saat nanti akan aku beritahu", jawab anaknya.

Setelah lulus SMP dengan nilai tertinggi, sang ayah menawarkan motor baru sebagai hadiah, tapi si Mukidi tetap meminta bola pingpong saja.
"Untuk apa kau begini banyak meminta bola pingpong?, tanya ayah.
"suatu saat nanti akan aku beritahu, ayah…", jawabanaknya.

Lulus SMA dengan nilai paling baik di sekolah favorit, sang ayah menawarkan mobil pada Mukidi, tapi dia masih meminta bola pingpong. Ketika ditanya, jawabannya masih sama. Lulus kuliah dengan hasil yang sangat baik dan diterima bekerja di perusahaan ternama, sang ayah menawarkan rumah mewah untuk anaknya, namun Mukidi masih meminta bola pingpong sebagai hadiah.

Saat menikah pun, Mukidi masih memilih bola pingpong sebagai hadiah. Setelah bertahun-tahun, sang ayah sakit dan mendekati ajalnya, dia menelefon Mukidi,
"sudah saatnya kau beritahu ayah, sebenarnya untuk apa semua bola pingpong yang kau minta selama ini?”, tanya sang ayah terbatuk-batuk.
"Biar aku yang ke sana ayah, akan aku katakan semuanya". Jawab Mukidi

Di perjalanan menuju rumah sakit, Mukidi mengalami tabrakan yang merenggut ajalnya dan tidak ada seorang pun tahu apa maksud dari bola pingpong yang dimintanya sejak kecila




comments | | Read More...

Humor Mukidi : Mukidi Belajar Menggambar

Penulis : GOJEK #GolekRejeki on Monday, 22 August 2016 | 08:31

Monday, 22 August 2016

Mukidi Belajar Menggambar


Mukidi  kecil sama sekali belum mulai mengambar, padahal waktu ulangan pelajaran menggambar sudah hampir habis.

Guru: "Mukidi , kenapa kamu belum juga menggambar?"
Mukidi : "Sudah selesai Bu Guru...!"
Guru: "Lho.lho emangnya kamu mengambar apa, Mukidi ?"
Mukidi : "Saya menggambar kambing makan rumput Bu Guru...!"
Guru: "Mana gambar rumputnya...? Ibu Guru kok tidak melihat apa-apa di kertas gambarmu.?"
Mukidi : "Ibu Guru pasti nggak akan bisa ngeliat gambar rumputnya, karena rumputnya sudah habis di makan kambingnya.!"
Guru: "Kalo rumputnya sudah habis dimakan kambing, lalu gambar kambingnya mana, Mukidi ?"
Guru: "Ya kambingnya pergi dong Bu Guru. Orang rumputnya udah habis gitu kok, kambingnya pasti nyari rumput di tempat lain, bukan di tempat Mukidi  lagi Bu...!"



comments | | Read More...

Humor Mukidi : Ketika Mukidi Tua memiliki Putra

Penulis : GOJEK #GolekRejeki on Sunday, 21 August 2016 | 08:45

Sunday, 21 August 2016

 Ketika Mukidi Tua memiliki Putra




Mukidi dan istrinya sdh menikah puluhan tahun tapi belum dikaruniai anak. Saking ingiinnya mendapatkan momongan, merela tetap setia berdoa kepada Tuhan, hingga pada usia 65 th  istri Mukidi pun akhirnya hamil. Sungguh senangnya Mukidi mendengar berita itu. Dirawatnya sang istri dengan penuh kasih sayang.
Dan akhirnya, setelah  9 bulan, istri Mukidi pun melahirkan seorang bayi yg lucu. Dan Para tetanggapun berdatangan ingin melihat bayi itu.

Tetangga : permisi Kek Mukidi.. Nek Mukidi.. kita mau silaturahmi.. ingin melihat bayinya..
Mukidi : sebentar ya, tunggu bayinya nangis dulu..
Tetangga : loh knapa kok tunggu nangis dulu..???
Mukidi: Kita lupa naruhnya dimana … !!!
*Nyengirr
Tetangga : *Pingsan seketika
comments | | Read More...

Humor Mukidi : Mukidi yang Super Nakal

Penulis : GOJEK #GolekRejeki on Saturday, 13 August 2016 | 09:04

Saturday, 13 August 2016

Mukidi yang Super Nakal



 Suatu pagi, Mukidi yang saat itu masih kecil keluar dari kamarnya dan bertanya pada neneknya,

"Nek, mana Papa dan Mama?"
"Mereka masih di dalam kamar Mukidi.", jawab neneknya.
Mukidi tertawa, kemudian sarapan sendirian lalu pergi bermain.

Ketika pulang, hari sudah siang.  Lagi-lagi Mukidi bertanya pada neneknya,
"Nek, di mana Papa dan Mama ?"
"Mereka masih di dalam kamar Mukidi sayang.", jawab singkat neneknya.
Mukidi kembali tertawa geli, lalu menghabiskan makan siangnya dan pergi bermain lagi.

Malam harinya Mukidi baru pulang untuk makan malam. Sebelum makan diabertanya lagi pada neneknya.
"Nek, mana Papa dan Mama ?"
"Dari tadi pagi mereka masih dikamar, Mukidi", kembali neneknya menjawab.
Mukidi  kembali tertawa geli.
"Kenapa sih kamu ketawa-ketawa?", tanya neneknya keheranan.
Mukidi  menjawab :
"Semalam kan papa masuk kamarku, minta gel pelembab kulit, tapi saya kasih lem super glue..."

comments | | Read More...
 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. Lelucuan . All Rights Reserved.
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger